Filled Under: ,

Sistem


Segala sesuatu di dunia ini pasti terdapat sistem. Baik yang diakiu maupun tidak. Dalam segerombolan mafia juga terdapat sistem. Bahkan yang saya tahu bahwa sistem organisasi dalam mafia sangatlah sempurna. Tidak hanya di internal mafia itu, namun mereka juga sangatlah berhati-hati dalam berhubungan dengan umum serta menjaga sistem mereka.

Dan di dalam sistem memang beberapa faktor sangatlah berpengaruh. Baik lingkungan, yang membuat(pembuat), pelaksana dan masih banyak lagi. Bagi pembuat sitem, pastilah ia menginginkan yang terbaik bagi sistemnya. Dia selalu berpikir bagaimana sistem yang dia buat berjalan dengan baik pula.

Lalu bagi pelaksana atau yang terlibat dalam sistem tersebut, pastilah menginginkan yang terbaik dari sistem tersebut. Mereka tidak selamanya cocok dengan semua sistem yang sudah dibuat. Ada kala salah satu dari mereka tidak suka atau merasa tidak singkron dengan salah satu point dari sistem.

Lagi pula, pemikiran setiap orang tidaklah sama pada segala hal. Mungkin bagi pembuat sistem, hal yang hal yang sudah dilakukannya itu sangatlah benar dan sempurna bagi dirinya. Namun di sisi lain, para pelaksana sistem tersebut merasa hal itu justru membuat mereka semakin tertekan. Dan bagi pembuat, dia mungkin saja tisak merasakan aoa yang mereka rasakan.

Hal seperti itu bisa saja dimengerti. Namun rasa pengertian itu seharusnya tidak hanya dijadikan sebagai sebuah pengertian begitu saja. Ada kalanya pembuat sistem berpikir bagaimana rasanya jika saya atau kami dalam situasi da kondisi yang sama dengan mereka.

Dalam suatu sistem, kerja sama yang baik mutlak diperlukan karena setiap elemen memiliki fungsi dan peranannya masing-masing. Apabila ada elemen yang tidak saling mengerti, misalkan pembuat dan pelaksana, maka akan hancurlah sistem tersebut. Pasti ada hal di balik ini yang membuat suatu ketidaksinambungan antar elemen. Dan penyebab yang sepele namun paling mudah membuat hancur sistem ialah keegoisan. Baik dapi pembuat sistem, pelaksana, maupun lainnya. Tetapi keegoisan ini biasanya secara sadar maupun tidak, terdapat pada pembuat sistem. Biasanya pula pembuat sistem mendoktrin dirinya bahwa sistem tersebut dialah yang susah payah membuatnya. Secara tidak langsung dia menganggap bahwa sistem tersebut adalah miliknya. Sehinggan apa yang dia katakan selalu benar untuknya. Tapi itu adalah kesalahan besar. Sistem adalah sesuatu milik bersama. Karena setiap elemen memiliki peran serta fusngsinya sendiri seperti yang saya jelaskan di atas.

Perbedaan ideologi dan cara berpikir orang juga sangatlah berpengaruh dalam berjalannya sebuah sistem. Tidak ada satu ideologi yang selalu benar. Karena pada dasarnya ideologi adalah buah pikiran dari manusia. Dan sistem tersebut adalah perwujudan dari ideologi itu. Jadi di dalam sebuah sistem pasti terdapat bagian-bagian yang kurang. Apa lagi jika sistem tersebut berasal dari orang tunggal.

Sistem yang baik adalah sistem yang tidak merugika kaum mayoritasserta bisa merangkul kaum minoritas. Dan juga di negara demokrasi ini, yang membuat sistem sebaiknya dan seharusnya mendengarkan pelaksana sistem. Karena mereka dalah bagian dari sistem dan yang merasakan bagaimana sistem tersebut berjalan secara langsung.

Mengekang sesuatu yang baik dan berguna bagi kelangsungan bermasyarakat merupakan hal yang buruk. Alasan pembuat sistem terkadang tidaklah rasional. Dan bagi pelaksana, pengekangan sangatlah mengganggu kelangsungan hidupnya. Ketika mereka menyampaikan keluh kesahnya tentang pengekangannya yang kurang beralasan, seharusnya pembuat mengintrospeksi diri apa yang salah dengan sistemnya. Pengekangan dan pelarangan sesuatu memang ada kalanya dilakukan. Namun jika hanya dilihat dengan sebelah mata, hasil yang akan didapatkan tentu tidaklah bagus.

Memaksakan kehendak atau egois memang merupakan awal dari kehancuran suatu sistem. Akan semakin susah membuat sistem yang baik jika memaksakan kehendak. Karena apa yang ia pikirkan belum tentu sama seperti yang mereka harapkan sebagai masyarakan biasa. Mereka mau tidak mau harus mengikuti sistem yang berlaku. Jika sistem yang dibuatnya sudah baik, hal itu tidak akan menjadi masalah. Namun jika sistem tersebut tidak cocok dengan zaman dan lingkungan, dan tetap saja dijalankan, maka pelaksana pasti akan merasa sangat tertekan. Hal itu terjadi karena adanya tuntutan untuk mematuhi dan jika tidak, mereka mungkin malah akan mendapat hukuman.

Pemimpin yang bertindak semaunya sendiri, memutuskan perkara sendiri, serta memberi peringatan di luar logika, apakah masih pantas disebut sebagai pemimpi? Sepertinya tidak. Pemimpin yang benar ialah pemimpin yang bisa membuat kaum minoritas tidak terkucilkan. Lalu mendengarkan sesuatu yang menjadi keluh kesah kaum mayoritas juga.

Tidak ada satu sistem buatan manusia manapun yang benar-benar sempurna di muka bimu ini. Namun sebagai manusia pasti menginginkan kesempurnaan. Dan untuk mencapai kesempurnaan, haruslah ada niat dan tekat, serta kerja keras. Dan tidak lupa berdoa. Lalu untuk bisa mengayomi semua golongan, bina keharmonisan antargolongan dan pembuat sistem. Pengertianlah kepada kami yang melaksanakan dan merasakan.

Sekian Terima Kasih.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

© 2013 iPRESS. All rights resevered. Designed by Templateism